Nama Guru : Eva Marissa Savitri, S.Pd. & Devika Aulia, S.Pd.
Mata Pelajaran : SBDP & Matematika
Hari/Tanggal : Kamis, 30 Juli 2026
Kelas : 1 B
Materi Pokok :
🌸SBDP (Mengenal bentuk-bentuk
dasar (geometris) pada unsur rupa)
🌸Matematika (Menulis Bilangan Cacah Sampai 20)
Model Pembelajaran: Discovery Learning
Tujuan Pembelajaran:
SBDP : Mengenal bentuk-bentuk dasar (geometris) pada unsur rupa (segiempat,
segitiga, lingkaran, Menyebutkan ciri-ciri bentuk dasar (geometri) pada unsur rupa. Menuliskan contoh benda dengan menentukan bentuk
dasar nya
Matematika : menulis lambang bilangan sampai 20, menulis nama bilangan, menggunakan
bilangan dalam kehidupan sehari-hari.
Assalamualaikum wr. wb.
Good Morning ananda-ananda sholih dan sholihah. How are you today? semoga senantiasa dalam keadaan yang sehat, bahagia, dan semangat semua ya agar dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Aamiin Allahuma Aamiin. Yuk kita ikuti pembelajaran hari ini dengan penuh semangat kids🌺 sebelum itu jangan lupa kita berdoa bersama-sama dulu ya nak.
SBDP
Apersepsi :
Guru mengulas pembelajaran sebelumnya mengenai garis dan warna pada unsur
rupa.
Pertanyaan: (penalaran kritis)
Apakah bentuk
matahari, bulan, dan bintang memiliki kesamaan ?
Bagaimana
cara kita membedakan ketiga benda langit tersebut?
Kegiatan Inti:
🌈 A. Apa Itu Bentuk?
Bentuk adalah bagian dari unsur seni rupa yang menunjukkan rupa atau wujud suatu benda.
Kita dapat menemukan berbagai bentuk di sekitar kita.
Contohnya:
🍎 Apel memiliki bentuk
bulat.
🪟 Jendela memiliki bentuk
persegi panjang.
🔺 Atap rumah dapat berbentuk
segitiga.
⭐ Bintang memiliki bentuk
bintang.
Jadi, benda-benda di sekitar kita mempunyai bentuk yang bermacam-macam.
🔵 B. Bentuk Geometri
Bentuk geometri adalah bentuk yang teratur dan dapat kita kenali dengan mudah.
Beberapa bentuk geometri dasar adalah:
1. Lingkaran ⚪
Lingkaran berbentuk bulat dan tidak memiliki sudut.
Contoh benda:
roda 🚲
piring 🍽️
koin
jam dinding
Contoh gambar:
⚪
2. Persegi ⬜
Persegi memiliki 4 sisi yang sama panjang dan 4 sudut.
Contoh benda:
ubin
papan catur
beberapa bentuk jendela
Contoh gambar:
⬜
3. Persegi Panjang ▭
Persegi panjang memiliki 4 sisi dan 4 sudut. Sisi yang berhadapan memiliki panjang yang sama.
Contoh benda:
pintu 🚪
buku 📕
meja
papan tulis
Contoh gambar:
▭
4. Segitiga 🔺
Segitiga memiliki 3 sisi dan 3 sudut.
Contoh benda:
atap rumah 🏠
rambu lalu lintas tertentu
hiasan berbentuk segitiga
Contoh gambar:
🔺
LKPD
MATEMATIKA
Apersepsi:
Guru mengulas kembali
pembelajaran sebelumnya dengan menunjukkan kartu angka. Peserta didik membaca kartu
tersebut secara bersama-sama.
Pertanyaan pemantik: (penalaran
kritis) 🢣 Stimulus
· Mengapa kita harus
menulis angka dengan benar?
· Apa yang terjadi jika
angka ditulis terbalik?
Di
mana kalian pernah menulis angka?
Kegiatan Inti:Mengenal Bilangan 0–20
| Bilangan | Cara Membaca |
|---|
| 0 | nol |
| 1 | satu |
| 2 | dua |
| 3 | tiga |
| 4 | empat |
| 5 | lima |
| 6 | enam |
| 7 | tujuh |
| 8 | delapan |
| 9 | sembilan |
| 10 | sepuluh |
| 11 | sebelas |
| 12 | dua belas |
| 13 | tiga belas |
| 14 | empat belas |
| 15 | lima belas |
| 16 | enam belas |
| 17 | tujuh belas |
| 18 | delapan belas |
| 19 | sembilan belas |
| 20 | dua puluh |
✏️ Menulis Bilangan 0–9
Bilangan 0 sampai 9 disebut juga bilangan satu digit.
Perhatikan cara menulisnya:
0 → nol
1 → satu
2 → dua
3 → tiga
4 → empat
5 → lima
6 → enam
7 → tujuh
8 → delapan
9 → sembilan
Contoh:
Ada 🍎🍎🍎
Jumlah apel ada 3.
Maka kita menulis:
3
Menulis Bilangan 10–20
Bilangan 10 sampai 20 terdiri dari dua angka.
Contohnya:
10, 11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20
Perhatikan!
10
Ditulis dengan angka 1 dan 0.
10 = sepuluh
15
Ditulis dengan angka 1 dan 5.
15 = lima belas
20
Ditulis dengan angka 2 dan 0.
20 = dua puluh
LKPD
Pada Pembelajaran sebelumnya yaitu pada tanggal 29 Juli 2026 sebagian besar peserta didik sudah bisa menyebutkan bilangan 1-20 tetapi masih ada beberapa yang belum bisa menuliskan lambang bilangan tersebut
Kesimpulan
alhamdulillah ananda-ananda sholih dan sholihah kelas 1 B sudah bisa membaca bilangan cacah 1-20 dari 16 peserta didik hanya 1 yang belum bisa menyebutkannya, yang mana nanti akan dilakukan pengayaan.