Senin, 26 Oktober 2026

Tuesday, October 27 2026 - Pendidikan Pancasila

    


🌹 IDENTITAS
Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Pendidikan Pancasila
Hari/ Tanggal: Selasa / 27 Oktober 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Memahami akitbat tidak mematuhi aturan di lingkungan keluarga
Pertemuan ke: 4

🌹Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B πŸ’–
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
πŸ’«CP:

Mengenal aturan di lingkungan keluarga; menunjukkan dan menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

πŸ’«TP:

Menunjukkan contoh sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

Mindful (Berkesadaran): Peserta didik dapat mengenali dan menyadari pentingnya mematuhi aturan yang berlaku di lingkungan keluarga.

Meaningful (Bermakna): Peserta didik dapat menunjukkan contoh sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga, seperti merapikan mainan, membantu orang tua, dan tidur tepat waktu.

Joyful (Menyenangkan): Peserta didik dapat mempraktikkan sikap mematuhi aturan keluarga melalui bermain peran atau menceritakan pengalaman sehari-hari dengan percaya diri.

πŸ’«ATP: 

Peserta didik mengenali manfaat  aturan di lingkungan keluarga.

Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning 

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Soal post test

πŸ’«Materi Pendidikan Pancasila 




Memahami Akibat Tidak Mematuhi Aturan di Lingkungan Keluarga

1. Pengertian Aturan Keluarga

Aturan keluarga adalah ketentuan yang harus dipatuhi oleh setiap anggota keluarga agar kehidupan di rumah menjadi tertib, aman, nyaman, dan rukun.

Aturan dibuat dan disepakati bersama anggota keluarga. Kita harus melaksanakan aturan dengan penuh tanggung jawab.

2. Contoh Aturan di Lingkungan Keluarga

6 Tip Mudah Disiplinkan Anak Tanpa Tekanan, Boleh Cuba!
a. Merapikan mainan

Setelah bermain, kita harus merapikan mainan ke tempatnya.

Muslim Girl Doing Homework at Home Illustration

b. Belajar tepat waktu

Kita harus belajar sesuai jadwal yang ditentukan.

Boy helps mother clean the house | Premium Vector | Islamic cartoon, Cartoon, Muslim kids

c. Membantu orang tua

Kita dapat membantu menyapu atau merapikan rumah.

Belajar Disini Aja - Subtema 1 Aku dan Teman Baru - Pembelajaran 1

d. Berpamitan sebelum pergi

Kita harus meminta izin dan berpamitan kepada orang tua.

3. Manfaat Mematuhi Aturan Keluarga

  • Rumah menjadi tertib dan nyaman.

  • Melatih sikap disiplin dan tanggung jawab.

  • Menjaga kerukunan antaranggota keluarga.

  • Membuat anggota keluarga merasa aman.

4. Akibat Tidak Mematuhi Aturan

  • Rumah menjadi berantakan.

  • Kegiatan sehari-hari menjadi tidak tertib.

  • Dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

πŸ’«Kesimpulan 
Aturan keluarga harus dipatuhi oleh semua anggota keluarga. Dengan menaati aturan, kita belajar menjadi anak yang disiplin, bertanggung jawab, dan menyayangi keluarga.

πŸ’«Soal Post Test

Sebutkan 3 akibat tidak aturan di lingkungan keluarga yang kamu ketahui


Monday, October 26 2026 - Materi UKG (Math)

  


 πŸŒΉ IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Matematika
Hari/ Tanggal: Senin / 26 Oktober 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Memperdalam konsep penjumlahan benda konkret sampai 20 dengan strategi berhitung maju. 
Pertemuan ke: 2

🌹Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B πŸ’–
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
πŸ’«CP:
Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan.
 
πŸ’«TP:
Peserta didik dapat melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20

Mindfull (Berkesadaran)    : 
Peserta didik dapat secara sadar Memperdalam konsep penjumlahan benda konkret sampai 20 dengan strategi berhitung maju. 

Meaningfull (Bermakna)    : 
Peserta didik dapat memahami dan Memperdalam konsep penjumlahan benda konkret sampai 20 dengan strategi berhitung maju. 

Joyfull (Menyenangkan)    : 
Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan dalam Memperdalam konsep penjumlahan benda konkret sampai 20 dengan strategi berhitung maju melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).

πŸ’«ATP:
Peserta didik dapat Memperdalam konsep penjumlahan benda konkret sampai 20 dengan strategi berhitung maju.  

πŸ’«Materi Matematika

Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran

🍎 A. Apa Itu Penjumlahan?

Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua atau lebih kumpulan benda menjadi satu kumpulan.
Dalam penjumlahan kita menggunakan tanda:

+ dibaca β€œditambah”

= dibaca β€œsama dengan”

Contoh:

🍎🍎 + 🍎🍎🍎 = 🍎🍎🍎🍎🍎

2 + 3 = 5

Artinya:

  • Ada 2 apel.
  • Ditambah 3 apel.
  • Jika digabungkan menjadi 5 apel.

Jadi: 2 + 3 = 5

🧸 B.  Apa Itu Strategi Berhitung Maju?

Berhitung maju adalah cara menjumlahkan dengan mulai menghitung dari bilangan pertama, kemudian melangkah maju sebanyak bilangan kedua.

Kita dapat menggunakan jari tangan, benda konkret, atau garis bilangan.

Berhitung Maju pada Garis Bilangan

Hitunglah 5 + 4

Mulai dari angka 5, lalu maju 4 langkah.



5 + 4 = 9

Cara menghitungnya:

  1. Mulai dari angka 5.

  2. Maju satu langkah ke angka 6.

  3. Maju satu langkah ke angka 7.

  4. Maju satu langkah ke angka 8.

  5. Maju satu langkah ke angka 9.

Jadi, hasil dari 5 + 4 adalah 9.

🌟 Kesimpulan
Penjumlahan adalah kegiatan menggabungkan dua kumpulan benda menjadi satu kumpulan.
Dalam penjumlahan kita menggunakan tanda + dan =. berhitung maju adalah menghitung dari suatu bilangan ke bilangan berikutnya. Kita dapat menggunakan benda konkret, jari tangan, atau garis bilangan untuk membantu berhitung. Saat menggunakan strategi berhitung maju, mulailah dari bilangan pertama, kemudian maju sebanyak bilangan yang ditambahkan.

πŸ“ Post Test

Pilihlah jawaban yang benar!

1. 🍎🍎 + 🍎🍎🍎 = ....

A. 4
B. 5
C. 6

2. πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“ + πŸ“πŸ“ = ....

A. 5
B. 6
C. 7

3. 5 + 3 = ....

A. 7
B. 8
C. 9

4. 7 + 4 = ....

A. 10
B. 11
C. 12

5. 9 + 6 = ....

A. 14
B. 15
C. 16

Minggu, 25 Oktober 2026

Monday, October 26 2026 - Pendidikan Pancasila

   


🌹 IDENTITAS
Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Pendidikan Pancasila
Hari/ Tanggal: Senin / 26 Oktober 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Mengenal manfaat mematuhi aturan di lingkungan keluarga
Pertemuan ke: 3

🌹Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B πŸ’–
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
πŸ’«CP:

Mengenal aturan di lingkungan keluarga; menunjukkan dan menceritakan sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

πŸ’«TP:

Menunjukkan contoh sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga.

Mindful (Berkesadaran): Peserta didik dapat mengenali dan menyadari pentingnya mematuhi aturan yang berlaku di lingkungan keluarga.

Meaningful (Bermakna): Peserta didik dapat menunjukkan contoh sikap mematuhi aturan di lingkungan keluarga, seperti merapikan mainan, membantu orang tua, dan tidur tepat waktu.

Joyful (Menyenangkan): Peserta didik dapat mempraktikkan sikap mematuhi aturan keluarga melalui bermain peran atau menceritakan pengalaman sehari-hari dengan percaya diri.

πŸ’«ATP: 

Peserta didik mengenali manfaat  aturan di lingkungan keluarga.

Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning 

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Soal post test

πŸ’«Materi Pendidikan Pancasila 


Mengenal Pengertian Aturan di Lingkungan Keluarga

1. Pengertian Aturan Keluarga

Aturan keluarga adalah ketentuan yang harus dipatuhi oleh setiap anggota keluarga agar kehidupan di rumah menjadi tertib, aman, nyaman, dan rukun.

Aturan dibuat dan disepakati bersama anggota keluarga. Kita harus melaksanakan aturan dengan penuh tanggung jawab.

2. Contoh Aturan di Lingkungan Keluarga

6 Tip Mudah Disiplinkan Anak Tanpa Tekanan, Boleh Cuba!
a. Merapikan mainan

Setelah bermain, kita harus merapikan mainan ke tempatnya.

Muslim Girl Doing Homework at Home Illustration

b. Belajar tepat waktu

Kita harus belajar sesuai jadwal yang ditentukan.

Boy helps mother clean the house | Premium Vector | Islamic cartoon, Cartoon, Muslim kids

c. Membantu orang tua

Kita dapat membantu menyapu atau merapikan rumah.

Belajar Disini Aja - Subtema 1 Aku dan Teman Baru - Pembelajaran 1

d. Berpamitan sebelum pergi

Kita harus meminta izin dan berpamitan kepada orang tua.

3. Manfaat Mematuhi Aturan Keluarga

  • Rumah menjadi tertib dan nyaman.

  • Melatih sikap disiplin dan tanggung jawab.

  • Menjaga kerukunan antaranggota keluarga.

  • Membuat anggota keluarga merasa aman.

4. Akibat Tidak Mematuhi Aturan

  • Rumah menjadi berantakan.

  • Kegiatan sehari-hari menjadi tidak tertib.

  • Dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

πŸ’«Kesimpulan 
Aturan keluarga harus dipatuhi oleh semua anggota keluarga. Dengan menaati aturan, kita belajar menjadi anak yang disiplin, bertanggung jawab, dan menyayangi keluarga.

πŸ’«Soal Post Test

Sebutkan 3 manfaat aturan di lingkungan keluarga yang kamu ketahui


Monday, October 26 2026 - Bahasa Indonesia

           


🌹 IDENTITAS
Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Bahasa Indonesia
Hari/ Tanggal: Senin / 26 Oktober 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Menulis Huruf Konsonan t, v, w, x, y, z)
Pertemuan ke: 7

🌹Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B πŸ’–
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

πŸ’«CP:

Menulis permulaan dengan benar di atas kertas dan/atau melalui media digital; mengembangkan tulisan tangan yang semakin baik; dan menulis berbagai tipe teks sederhana tentang diri, keluarga, dan/atau lingkungan sekitar dengan beberapa kalimat sederhana.

πŸ’«TP:

Menulis permulaan dengan benar di atas kertas dan/atau melalui media digital.

Mindful (Berkesadaran): Peserta didik dapat mengenali dan menyadari pentingnya menulis huruf, suku kata, kata, dan kalimat sederhana dengan bentuk yang benar dan rapi.

Meaningful (Bermakna): Peserta didik dapat menerapkan keterampilan menulis permulaan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menulis nama sendiri, nama anggota keluarga, dan kata-kata sederhana di atas kertas atau melalui media digital.

Joyful (Menyenangkan): Peserta didik dapat berlatih menulis huruf, suku kata, dan kata sederhana melalui kegiatan menebalkan huruf, menyalin kata, atau permainan menulis yang menyenangkan dengan percaya diri.

πŸ’«ATP: 

  • Peserta didik mampu mengenali bentuk huruf alfabet dengan benar.
  • Peserta didik mampu menebalkan dan menyalin huruf alfabet dengan bentuk yang benar.

Model/Metode pembelajaran: Pembelajaran Langsung (Explicit Instruction)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran, Soal post test

πŸ’«Materi Bahasa Indonesia 


1. Mengenal Huruf Konsonan

Huruf konsonan adalah huruf selain huruf vokal (a, i, u, e, o).

Hari ini kita belajar menulis huruf t, v, w, x, y, z.

Huruf besar: T

Huruf kecil: t

Contoh kata: toma

Huruf besar: V

Huruf kecil: v

Contoh kata: value

Huruf besar: W

Huruf kecil: w

Contoh kata: wanita

Huruf besar: Y

Huruf kecil: y

Contoh kata: yupie

Huruf besar: Z

Huruf kecil: z

Contoh kata: zig zag

2. Demonstrasi atau pemodelan menuliskan huruf 

Guru mencontohkan cara menulis setiap huruf di papan tulis, mulai dari arah goresan hingga bentuk huruf yang benar.

Contoh:

  • t β†’ garis tegak, kemudian lengkungan di sebelah kanan.

  • v β†’ segitiga terbalik yang tidak beralas.

  • w β†’ huruf v dua kali.

  • x β†’ garis miring kanan kiri yang saling tipah abgian tengah.

  • y β†’ lengkungan seperti huruf v yang dilanjutkan dengan garis turun.

  • z



3. Latihan Menulis

Ayo, tulis kembali huruf dan kata berikut di buku tulismu

4. Hal yang Perlu Diingat

  • Tulislah huruf dengan bentuk yang benar.

  • Perhatikan tinggi dan arah penulisan huruf.

  • Gunakan pensil dengan baik.

  • Berlatihlah menulis dengan rapi dan teliti.

πŸ’«Kesimpulan 
Melalui model Explicit Instruction, peserta didik belajar menulis huruf konsonan secara bertahap, dimulai dari melihat contoh guru, berlatih bersama, hingga menulis secara mandiri.

πŸ’«Soal Post Test
menuliskan huruf dan kata yang berawalan huruf konsonan t, v, w, x, y, z


Kamis, 22 Oktober 2026

Friday, October 23 2026 - Kokurikuler

 

 πŸ’«IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.

Mapel: Kokurikuler 

Hari/ Tanggal: Jum'at / 23 Oktober 2026

Fase/Kelas: A/ 1B

Materi: Mengenal tarian khas daerah lampung

Pertemuan ke: 13

πŸ’«Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B πŸ’–
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.

πŸ’«CP:

Mengenal identitas Budaya Lampung

πŸ’«TP:

Peserta didik dapat mengenal budaya Lampung

Mindfull (Berkesadaran)    : 

Peserta didik dapat secara sadar mengidentifikasi dan menceritakan karya kolase budaya lampung.

Meaningfull (Bermakna)    : 

Peserta didik dapat menjelaskan dan mengaitkan karya kolase dalam budaya lampung dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Joyfull (Menyenangkan)    : 

Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan mengenai karya kolase dalam budaya lampung serta penerapannya pada soal cerita melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).

πŸ’«Alur Tujuan Pembelajaran : 

Peserta didik mampu mengenal tarian khas daerah lampung

Model/Metode pembelajaran: Discovery Learning

Media Pembelajaran/Alat Peraga: Video Pembelajaran

πŸ’« Materi Kokulikuler 



A. Materi Pembelajaran

1. Apa itu tarian khas Lampung?

Tarian khas Lampung adalah tarian tradisional yang berasal dari Provinsi Lampung. Tarian ini memiliki gerakan, pakaian, dan makna yang istimewa.

Tarian tradisional biasanya ditampilkan pada acara adat, penyambutan tamu, dan kegiatan budaya.

2. Macam-macam tarian khas Lampung

Tari Sigeh Pengunten Bentuk Keramahan Masyarakat Lampung Menyambut Tamu - MerahPutih

1. Tari Sigeh Pengunten

  • Berasal dari budaya Lampung.

  • Biasanya ditampilkan untuk menyambut tamu.

  • Gerakannya lembut dan anggun.

  • Melambangkan keramahan masyarakat Lampung.

Tari Nyambai: Asal Usul dan Fungsinya dalam Masyarakat Saibatin | kumparan.com

2. Tari Nyambai

  • Dikenal dalam tradisi masyarakat Lampung, terutama Lampung Saibatin.

  • Berkaitan dengan pergaulan adat dan pertemuan muda-mudi.

  • Mengandung nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap adat.

Mengenal Tari Melinting, Tertua di Lampung dan Masih Eksis | IDN Times Lampung

3. Tari Melinting

  • Berasal dari daerah Melinting, Lampung Timur.

  • Memiliki gerakan yang tegas dan dinamis.

  • Merupakan salah satu warisan seni tari tradisional Lampung.

9 Tarian Tradisional Lampung yang Kaya Makna | IDN Times Lampung

4. Tari Sekapur Sirih

  • Menggambarkan penyambutan tamu dengan sirih.

  • Gerakannya lembut dan anggun.

  • Melambangkan penghormatan dan keramahan.

3. Mengapa kita perlu mengenal tarian Lampung?

  • Agar kita mengenal budaya daerah sendiri.

  • Agar kita bangga menjadi anak Lampung dan Indonesia.

  • Agar budaya tradisional tetap lestari.

  • Agar kita belajar menghargai karya seni daerah.

4. Sikap yang baik saat belajar tarian daerah

  • Mengikuti gerakan dengan tertib.

  • Menghargai teman yang sedang menari.

  • Berani mencoba gerakan sederhana.

  • Tidak mengejek teman yang belum bisa menari.

πŸ’«Kesimpulan

Tarian khas Lampung merupakan kekayaan budaya yang harus kita kenal, cintai, dan lestarikan. Kita dapat melestarikannya dengan mempelajari nama tarian, mengenal gerakannya, serta menghargai pertunjukan tari tradisional.

Post Test


Refleksi
alhamdulillah pada pembelajaran hari ini, pengetahuan ananda mengenai budaya lampung bertambah dengan diberikan materi mengenai macam-macam tarian khas daerah lampung. bahkan ada ananda yang pernah menari sigekh pengunten. harapannya dalam pembelajaran ini dapat meningkatkan rasa cinta ananda terhadap budaya lampung.

Rabu, 21 Oktober 2026

Thursday, October 22 2026 - Math

    


 πŸŒΉ IDENTITAS

Nama Guru: Eva Marissa Savitri, S. Pd & Devika Aulia, S. Pd.
Mapel: Matematika
Hari/ Tanggal: Kamis / 22 Oktober 2026
Fase/Kelas: A/ 1B
Materi: Menyelesaikan soal cerita sederhana sampai dengan 20 dengan benda konkrit.
Pertemuan ke: 3

🌹Apersepsi

Bismillahirrahmanirrahim. 

Good Morning, ananda sholeh dan sholehah kelas 1.B πŸ’–
How Are You Today? Semoga semuanya sehat, ceria, dan siap belajar. Semoga Allah Swt. selalu memberikan kesehatan, kemudahan dalam belajar, serta ilmu yang bermanfaat. Aamiin. 🀲
Sebelum memulai pembelajaran, mari kita awali dengan membaca doa bersama, melaksanakan salat dhuha, dan murojaah agar kegiatan belajar hari ini berjalan lancar dan penuh berkah. ✨

Anak-anak, Allah memiliki nama-nama yang indah, di antaranya Al-Khaliq, Al-Malik, dan Ar-Razzaq. Dengan mengenalnya, kita belajar menjadi anak yang baik dan jujur dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Al-Khaliq (Maha Pencipta): Allah adalah Al-Khaliq, yang menciptakan kita dan seluruh alam. Karena Allah selalu mengetahui apa yang kita lakukan, kita harus berkata dan bertindak jujur, meskipun tidak ada yang melihat. Contohnya, mengakui kesalahan dan tidak menyontek.
  2. Al-Malik (Maha Merajai/Menguasai): Allah adalah Al-Malik, pemilik dan penguasa seluruh alam. Kita harus menaati aturan dan berkata sesuai kenyataan. Contohnya, mengembalikan barang milik teman yang ditemukan dan mengatakan yang sebenarnya kepada guru.
  3. Ar-Razzaq (Maha Pemberi Rezeki): Allah adalah Ar-Razzaq, yang memberikan rezeki kepada seluruh makhluk. Kita mensyukuri rezeki dengan tidak mengambil milik orang lain dan selalu jujur. Contohnya, mengatakan jumlah uang yang diberikan orang tua dan tidak berbohong tentang makanan atau barang yang kita terima.
πŸ’«CP:
Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 100; membaca, menulis, menentukan nilai tempat, membandingkan, mengurutkan.
 
πŸ’«TP:
Peserta didik dapat melakukan operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20

Mindfull (Berkesadaran)    : 
Peserta didik dapat secara sadar Mengenal konsep dasar pengurangan (mengambil sebagian dari kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret.
Meaningfull (Bermakna)    : 
Peserta didik dapat memahami dan Mengenal konsep dasar pengurangan (mengambil sebagian dari kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret.
Joyfull (Menyenangkan)    : 
Peserta didik dapat mengekspresikan pemahamannya secara kreatif dan menyenangkan dalam Mengenal konsep dasar pengurangan (mengambil sebagian dari kumpulan benda) sampai 20 melalui benda konkret melalui media kesukaannya (seperti simulasi/permainan peran, cerita bergambar, atau diskusi interaktif).

πŸ’«ATP:
Peserta didik dapat Menyelesaikan soal cerita sederhana sampai dengan 20 dengan benda konkrit. 

πŸ’«Materi Matematika

Model/Metode pembelajaran: Problem-Based Learning (PBL)

Media Pembelajaran/Alat Peraga: LKPD, Video pembelajaran


🍎 A. 1. Apa Itu Pengurangan?

Pengurangan adalah kegiatan mengambil sebagian dari jumlah benda sehingga jumlahnya menjadi lebih sedikit.

Contoh:

🍎🍎🍎🍎🍎

Ada 5 apel.

Jika 2 apel diambil, maka:

🍎🍎🍎 🍎🍎

Apel yang tersisa adalah 3.

Jadi:

5 βˆ’ 2 = 3

Dibaca:

β€œLima dikurangi dua sama dengan tiga.”


2. Mengenal Tanda Pengurangan
Dalam pengurangan kita menggunakan tanda:
βˆ’
Tanda βˆ’ dibaca dikurangi.
Contoh:
7 βˆ’ 3 = 4
Artinya:
  • Ada 7 benda.
  • Diambil 3 benda.
  • Tersisa 4 benda.

3. Pengurangan dengan Benda Konkret
Benda konkret adalah benda yang dapat dilihat dan disentuh.
Kita dapat menggunakan:
  • 🍎 apel
  • ✏️ pensil
  • 🧸 boneka
  • 🟒 kancing
  • 🧱 balok
  • πŸͺ biskuit
  • πŸͺ™ tutup botol
Contoh 1
Ada 8 kelereng.
πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅
Diambil 3 kelereng.
πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅
Sisa kelereng:
πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅ πŸ”΅
Jadi:
8 βˆ’ 3 = 5
Contoh 2
Ada 10 pensil.
✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️
Diambil 4 pensil.
Sisa pensil:
✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️ ✏️
Jadi:
10 βˆ’ 4 = 6
4. Cara Melakukan Pengurangan
Mari kita lakukan langkah demi langkah.
Contoh:
9 βˆ’ 2 = ...
Langkah 1: Siapkan 9 benda.
🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠
Langkah 2: Ambil 2 benda.
🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠
Langkah 3: Hitung benda yang tersisa.
🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠 🟠
Ada 7 benda.
Jadi:
9 βˆ’ 2 = 7
5. Pengurangan sampai 20
Pengurangan dapat dilakukan dengan bilangan sampai 20.
Contoh:
PenguranganHasil
5 βˆ’ 23
7 βˆ’ 34
8 βˆ’ 44
10 βˆ’ 28
10 βˆ’ 55
12 βˆ’ 210
13 βˆ’ 310
15 βˆ’ 510
17 βˆ’ 710
20 βˆ’ 515

6. Pengurangan dalam Kehidupan Sehari-hari
Pengurangan sering kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.
🍊 Contoh 1
Ibu mempunyai 10 jeruk.
Ayah mengambil 3 jeruk.
Berapa jeruk yang tersisa?
10 βˆ’ 3 = 7
Jadi, tersisa 7 jeruk.
πŸͺ Contoh 2
Rani mempunyai 8 kue.
Rani memberikan 2 kue kepada adiknya.
Berapa kue Rani sekarang?
8 βˆ’ 2 = 6
Jadi, Rani mempunyai 6 kue.
🧸 Contoh 3
Ada 12 boneka di dalam kotak.
Sebanyak 4 boneka diambil.
Berapa boneka yang tersisa?
12 βˆ’ 4 = 8
Jadi, tersisa 8 boneka. 

Contoh Pengurangan Sampai 20

Soal

Hitung mundur

Hasil

9 βˆ’ 2

9 β†’ 8 β†’ 7

7

12 βˆ’ 3

12 β†’ 11 β†’ 10 β†’ 9

9

15 βˆ’ 4

15 β†’ 14 β†’ 13 β†’ 12 β†’ 11

11

18 βˆ’ 5

18 β†’ 17 β†’ 16 β†’ 15 β†’ 14 β†’ 13

13

20 βˆ’ 6

20 β†’ 19 β†’ 18 β†’ 17 β†’ 16 β†’ 15 β†’ 14

14

Perhatikan contoh berikut.

Cara mudah mengingat:

  • Angka pertama adalah angka awal.

  • Angka kedua menunjukkan banyak langkah mundur.

  • Angka terakhir yang dicapai adalah hasil pengurangan.

🌟 Kesimpulan

Pengurangan adalah kegiatan mengambil sebagian benda sehingga jumlah benda menjadi lebih sedikit. Untuk melakukan pengurangan, kita dapat menggunakan benda konkret seperti pensil, apel, kelereng, balok, atau mainan.

Refleksi
Pada pembelajaran hari ini ananda sudah mulai mengenal pengurangan melalui soal cerita sederhana, alhamdulillah ananda sudah mampu menyelesaikan soal cerita sederhana dengan baik meskipun ada 2 yang masih perlu dibimbing.